Sabtu, 27 Februari 2010

Hewan Peliharaan Terawat, Kantong Tetap Terjaga

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang berpikir ulang untuk memiliki hewan peliharaan karena persoalan biaya, mulai dari biaya vaksin, makanan hingga perawatan fisik ke salon. Apalagi kalau hewan peliharaan sudah terserang penyakit, tentu mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Alternatifnya tentu bukan tak memelihara, namun tetap memenuhi masing-masing kebutuhan yang berkualitas dengan harga yang tak terlalu mahal.

Aninta (33), warga Cimanggis, memilih Balai Kesehatan Hewan dan Ikan untuk merawat Mumu, kucing persianya. Mulai dari pemberian vaksin hingga perawatan ketika sakit. Ketika ditemui Kompas.com di balai, Minggu (28/2/2010), Aninta bersama putrinya sedang asyik menunggu giliran berobat.

Perempuan yang sudah terbiasa memelihara kucing sejak kecil ini mengaku biaya pemeriksaan di balai tak semahal sejumlah rumah sakit hewan milik swasta. Sekali suntik aksin hanya berkisar Rp 150 ribu - Rp 200 ribu. "Di swasta bisa dua kali lipat. Tapi kan sama-sama saja," tuturnya.

Untuk kucingnya yang baru berumur lima bulan, vaksin harus dilakukan secara berkala. Paling tidak di awal, kucingnya harus divaksinasi tiga kali, yaitu sepaket vaksin antiflu, antimuntah dan antidiare, vaksin antirabies serta vaksin anticacing. Di tahun pertama, dia bisa merogoh kocek hampir sejuta untuk si Mumu yang berwarna kelabu. "Enggak apa-apalah. Namanya juga seneng," tegasnya.

Nurhayati (35) juga sepakat. Dia rela datang dari kawasan Bambu Apus ke kawasan Ragunan demi tiga ekor keturunan si Dola, kucing anggoranya. Tiga kucing yang baru berumur tiga minggu ini mengalami gatal-gatal dan rontok bulunya karena terserang kutu. "Sekali tiga divaksin, lumayan juga. Tapi mendinganlah di sini," kata perempuan yang pernah memiliki kucing hingga 21 ekor ini sambil tertawa.

Di balai yang berlokasi di Jalan RM Harsono No. 28 Ragunan, dekat kompleks Kementerian Pertanian dan Industri ini, ratusan tindakan medis untuk hewan-hewan kesayangan berlangsung tiap minggunya, mulai dari kucing, anjing, ikan, sampai ular. Karena milik pemerintah, harganya relatif lebih murah.

Menurut dr. Rambat, dokter jaga di hari Minggu, balai ini memiliki sekitar tujuh orang dokter hewan. Di sini, pemilik hewan peliharaan juga bisa membeli makanan, menebus obat ataupun melakukan tindakan operasi jika diperlukan.

Setiap Senin hingga Jumat, balai buka dari pukul 08.00-20.00 dengan jeda pada pukul 12.30-13.30 dan 16.00-17.00. Balai juga buka setiap Sabtu dan Minggu hingga pukul 15.00. Hanya saja jangan coba-coba datang pada hari libur besar nasional atau tanggal merah karena balai tutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar