Sabtu, 27 Februari 2010

Kondisi WNI di Cile Belum Diketahui

SANTIAGO, KOMPAS.com — Kementerian Luar Negeri RI belum dapat mengetahui kondisi warga negara Indonesia atau WNI di Cile setelah negara itu dihantam gempa berkekuatan 8,8 skala Richter, Sabtu (27/2/2010).

"Kemlu sampai malam tadi (Sabtu malam) belum bisa berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Cile. Saya tidak mau berandai-andai, tapi tampaknya ada kerusakan komunikasi di sana," kata juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, Minggu (28/2/2010) di Jakarta.

Dia mengatakan, jumlah WNI di negara tersebut "tidak terlalu banyak". "Saya belum lihat data, tapi sepertinya puluhan yang bekerja di KBRI saja," ungkapnya.

Faizasyah mengatakan, pihaknya akan terus mencoba mengontak perwakilan RI di Cile untuk mengetahui kondisi dan keberadaan WNI di negara tersebut.

Gempa berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Cile, Sabtu siang WIB, itu menewaskan sedikitnya 214 orang.

Data terbaru tentang jumlah korban gempa dahsyat yang mendorong sejumlah negara di Pasifik mengeluarkan peringatan ancaman tsunami itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Cile.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 03.34 waktu setempat atau 13.34 WIB itu merusak sejumlah bangunan di Ibu Kota Santiago dan memutus aliran telepon dan listrik di beberapa bagian negara itu.

Seorang warga Cile bahkan menggambarkan gempa itu seperti "kiamat".

Badan Survei Geologi AS (USGS) mengatakan bahwa pusat gempa itu terletak di 90 kilometer sebelah utara kota Concepcion, Cile selatan-tengah, dengan kedalaman 35 kilometer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar